Senin, 21 Oktober 2013 - 15:33:18 WIB
Kegiatan Rabat Beton Di Suak Ribee Tidak Sesuai Bestek
Diposting oleh : Anshory al Bantany
Kategori: Best Practices - Dibaca: 159 kali

Pada tanggal 16 Agustus 2013, Koordinator Kota PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Aceh Barat mendapat pengaduan melalui secara lisan kepada Koorkot Aceh Barat dengan berisikan PPM  dari salah seorang Tokoh Gampong Suak Ribee Kecamatan Johan Pahlawan. Pengaduan ini yang ditujukan kepada para penanggungjawab program PNPM ditingkat Kabupaten Aceh Barat. Dimana pengaduan tersebut mengenai:

  1. Kegiatan Pembangunan Jalan rabat beton tidak sesuai dengan bestek yang ada sesuai dengan RAB maupun papan kegiatan, yaitu dengan volume 193 m x 2,5 m x 10 cm. Ketebalan rabat beton yang di lapangan hanya setebal 7 cm.
  2. Kurang lebih 6-7 meter pembangunan jalan rabat beton tidak dilakukan/tidak diselesaikan .

Dari pengaduan tersebut kami selaku tim Koordinator Kabupaten Aceh Barat segera menindaklanjuti pembentukan tim justifikasi lapangan, dimana tim tersebut terdiri dari tim koorkot yang diwakilkan oleh Assistant Infra dan Assistant CD, Tim fasilitator yaitu Tim 30, dan pihak aparat desa. Tindaklanjut awalnya dilakukan oleh  pihak pendamping yaitu tim 30 untuk klarifikasi di tingkat masyarakat dengan menjumpai Keuchik Gampong Suak Ribee serta BKM dan UPL. Kemudian dari tingkatan Koorkot melakukan koordinasi (sebagai mediator) dengan pihak Gampong Suak Ribee terkait dengan PPM Masyarakat tersebut.

Dari pertemuan ini di hasilkan justifikasi dari pihak BKM yang menyatakan bahwa isi pengaduan yang disampaikan oleh salah seorang Tokoh masyarakat tersebut yang tercantum pada point 1 dan 2 di atas tidak benar. Untuk memperkuat hasil klarifikasi dan justifikasi dari hasil pengaduan ini Keuchik Gampong Suak Ribee beserta perangkatnya dan BKM mengadakan rembug warga satu hari setelah pengaduan tersebut mereka terima.

Rembug Warga diadakan pada hari  senin tanggal 19 bulan Agustus tahun 2013, Dalam rembug/ musyawarah warga Gampong Suak Ribee tersebut, menyimpulkan bahwa :

  1. Tidak benar dengan apa yang diadukan oleh salah satu tokoh masyarakat.
  2. Hasil dari kunjungan lapangan bersama BKM, Tokoh Masyarakat dan juga Asisten serta Tim Fasilitator, ternyata hanya salah persepsi atau salah penilaian terhadap kegiatan tersebut di lapangan.
  3. Benar adanya ada perbedaan ketebalan di lapangan dengan bestek, namun tidak mengurangi volume panjang yang ada yaitu 193 m, hanya saja lebar rabat beton di lapangan menjadi lebih besar yaitu 3m dengan ketebalan 7 cm.
  4. Jika dihitung kembali nilai dana dari kegiatan rabat beton di lapangan maka akan jauh lebih besar dari yang tercantum pada proposal, namun dana tersebut dijadikan sebagai nilai swadaya KSM. Nilai swadaya ini dianggap sebagai nilai swadaya dari upah tenaga kerja, dimana nilai swadayanya menjadi Rp. 4.908.000.
  5. Untuk kekurangan yang belum di rabat beton bukan tidak dilaksanakan/diselesaikan oleh KSM, namun pekerjaan itu tertunda dikarenakan terkendala dengan lebaran Idul fitri dan penarikan dana kegiatan tersebut masih tersisa 10% yang belum dilakukan penarikan.
(Oleh : Suryadi & Ainal Mardhiah )

    Copyright © 2013 by ospaceh.com. All rights reserved.